Monday, October 6, 2014

Sepotong Kisah Hidup

Aku sering memasang angan-angan untuk membina istana indah, biarlah istana itu sekadar pondok kecil, aku tahu bahagiaku ada disitu. Yang dinanti bukanlah lamaran batu permata, cukuplah ucapan janji setia. Andai yang terjadi tak sama dengan ketentuan hati, aku redha dengan ketentuan ilahi.

Walaupun yang hadir tak seperti mana yang kita inginkan, ditakdirkan hadir maka layarilah saja. Inilah sepotong kisah hidup yang mesti diingat. Inilah garis takdir yang harus diterima walau apa cara sekalipun. Walau harus sejenak menanggalkan cita-cita dan angan-angan mengubur mimpi-mimpi.

Berusaha tidak mengecewakan sekaligus menyakiti hati orang-orang yang tulus memberikan dakap kasih sayang. Walaupun ketika kita mengiyakan permintaannya, muncul pertanyaan dalam diri.. Dimanakah hati?

Memang kadang-kadang ketika kita mengamati keputusan-keputusan hidup yang diambil oleh orang lain tak semuanya kita mengerti dengan baik. Walau demi kebaikan kita sendiri begitupun ketika kita memutuskan sesuatu dengan penuh keegoan. Sungguh jahatnya kita. Berserah dirilah dan selalu percaya dengan kekuasaan , kebesaran, kasih sayang serta keputusan Tuhan tanpa desakan, tanpa paksaan.  Pasrah dan berserah diri padanya.

1 comment:

Anonymous said...

Are you a man?